![]() |
| Estafet Obor UKM P&K 2020 |
Era
disrupsi yang terjadi di Indonesia memberikan dampak bagi masyarakat secara
luas. Menurut Kasali (Dalam S. Martono, 2019 “Disrupsi merupakan era di mana
indusrti dan teknologi baru menggantikan pasar lama industry dan teknologi
untuk menghasilkan kebaruan dalam bidang teknologi yang lebih efisien dan
menyeluruh”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan “Hal yang
tercabut dari akarnya”. Dapat disimpulkan bahwa era disrupsi merupakan era di
mana Sebagian besar aktivitas sudah terdigitalisasi dan serba cepat. Era
disrupsi menyebabkan berbagai macam dampak, baik itu dari segi ekonomi ataupun
sosial masyarakatnya. Dampak yang sangat dirasakan saat ini adalah karakter
anak-anak semakin jauh dari nilai-nilai keluhuran bangsa kita yang menjunjung
tinggi nilai etika dan moral.
Pengaruh
cepatnya perkembangan teknologi memberikan dampak negatif bagi nilai etika dan
moral. Hal ini sangat penting untuk kita perhatikan bersama, terutama
Pendidikan karakter untuk anak-anak dan generasi muda dan salah satu aspek
penting bagi generasi penerus bangsa Indonesia sehingga Pendidikan karakter
harus diberikan seiring dengan pengembangan intelektual anak (Retnaningrum,
2018). Sedangkan, Pendidikan karakter merupakan usaha untuk menanamkan
kecerdasan dalam berpikir, kemandirian, kejujuran, kemuliaan sosial, dan
kemandirian (Retnaningrum, 2018).
Banyak
kasus yang terjadi di Indonesia mengenai Pendidikan karakternya yang belum optimal.
Seperti contohnya banyak anak-anak SD mengucapkan kata-kata yang tidak pantas
diucapkan, tidak jujur, berperilaku dewasa belum waktunya dsb. Ini adalah
luaran yang dihasilkan dari kurangnya Pendidikan karakter sejak dini. ada dua
factor yang menyebabkan hal itu, yaitu fakor lingkungan dan factor bawaan.
Faktor lingkungan contohnya factor yang berada di jangkauan masyarakat dan
individu, sedangkan factor bawaan adalah factor bawaan yang berada di luar
jangkauan masyarakat dan individu untuk
mempengaruhinya (Honggo, 2017).
Tujuan
dari Pendidikan karakter di era disrupsi adalah membentuk masyarakat yang
Tangguh, memiliki jiwa kompetitif tinggi, berakhlak mulia, bermoral,
bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotic, berkembang dinamis,
berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi di mana semuanya dijiwai oleh iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila (Honggo, 2017). Pentingnya Pendidikan karakter adalah untuk
membentengi anak-anak kita dari pengaruh negative era disrupsi yang semakin
cepat. Menurut (Honggo, 2017) ada 6 pilar Pendidikan karakter yaitu : 1.)
Kepercayaan 2.) Respek 3.) Tanggungjawab 4.) Keadilan 5.) Kepeduliaan dan 6.)
Kewarganegaraan (Honggo, 2017).
Pendidikan
karakter sangatlah penting untuk pembangunan suatu bangsa. Kita tidak bisa
melupakan hal tersebut, ada istilah mengatakan “ilmu tanpa agama buta, dan
agama tanpa ilmu adalah lumpuh”.Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif
tanpa pendidikan karakter adalah buta.Hasilnya, karena buta tidak bisa
berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan
tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter
tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir,
dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk
tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik.
REFERENSI
Honggo, P. (2017). PENDIDIKAN
KARAKTER SEBAGAI BAGIAN DARI REVOLUSI MENTAL. Pastoral dan Kataketik,
1-9.
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA
DINI PERSPEKTI ISLAM . (2018). Jurnal Warna, 56-67 .
Ryzana, C. H., & Martono, S.
(2019). Analisis Kompetensi Soft Skills di Era Disrupsi. Analisis
Pendidikan Ekonomi, 782-796.

Komentar
Posting Komentar